Metro, Lampung - Sabtu, 4 Januari 2020, sebelum para siswa/i memulai aktifitas, para Ustadz/ah SMPMu Ahmad Dahlan sudah memulai aktifitasnya terlebih dahulu. Libur akhir dan masuk paling awal, bahkan sebagian tidak bisa libur sebab tugas sekolah untuk berkegiatan di luar. Mengawali semester 2 tahun pelajaran 2019/2020, yang sekaligus mengawali tahun baru 2020 (Masehi), sekolah mengadakan kegiatan Baitul Arqom bagi Ustadz/ah dengan tema teguhkan ideologi, kuatkan sinergi, menuju kader Muhammadiyah berkemajuan.
Pelaksanaan Baitu Arqom ini merupakan jenjang pengkaderan yang berada di persyarikatan Muhammadiyah. Mengenalkan tetang histori, latar belakang, visi dan misi, tujuan dari persyarikatan (organisasi) Muhammadiyah untuk yang awal bergabung. Bagi yang sudah bergabung, untuk recharging dan menguatkan perjuangan. Berbicara perjuangan, juga mengenalkan bagi yang awal bergabung bahwa di Muhammadiyah itu tidak membuat kantong tebal, bahkan banyak yang dikeluarkan, tetapi isi kantong tidak pernah habis. Tamtsil, permisalan, tersebut disampaikan oleh ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Metro, Ust Khoeroni, dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan pesan Ust Ali Musyafa, S.Ag., M.M., sebelumnya bahwa para ustadz/ah harus siap menjadi kader perjuangan dakwah Muhammadiyah dan bukan berstatus hanya bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Maka ikutilah kegiatan Baitul Arqom dari awal hingga akhir, dua hari satu malam, 3 - 4 Januari 2020, agar memahami Muhammadiyah dan perjuangannya. Dalam kegiatan tersebut akan jelaskan mulai paham beragama yang berada di Muhammadiyah, praktek ibadah dalam Muhammadiyah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) dan menjadi kader Muhammadiyah.
Alhamdulillah 82,8%, atau 53 Ustadz/ah, dapat mengikuti dari awal sampai akhir. Di mana para Ustadz/ah harus meninggalkan keluarga dan anak-anak di rumah. Tidak mudah, tetapi dengan tekat sama, menjadikan sekolah berkemajuan dan kompetitif, rela untuk meninggalkan sementara. 12,5%, atau 8 Ustadz/ah, tidak dapat mengikuti karena sedang cuti dan masih bertugas di luar. Dan 4,7%, atau 3 Ustadz/ah, tidak ada keterangan. Semoga para Ustadz/ah bertambah dinamis, profesional dan loyal terhadap institusi sekolah. Salam sekolah berkemajuan






