Metro, Lampung - Sabtu, (09 November 2019), proses pembelajaran dan transfer pengetahuan tidak selalu dilakukan di dalam kelas. Sebab pembelajaran memiliki prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Guna memadukan keempat pilar tersebut SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan mengadakan program student exchange dan goes to pare, program yang rutin satu tahun sekali dilaksanakan dan tahun ini memasuki tahun keempat terlaksananya program ini.
Hari ini, lima bus berjajar rapih di depan sekolah siap membawa rombongan siswa/i belajar menuju Yogyakarta dan Pare - Kediri. Dua bus mengantarkan menuju Yogyakarta dan tiga bus mengantarkan ke Pare - Kediri. "program student exchange dan goes to pare adalah program belajar bagi siswa/i, dan bukan ajang rekreasi. Tetapi, jika di dalam kegiatan tersebut memiliki kunjungan ke tempat wisata itu merupakan belajar juga," disampaikan oleh Ust. Ahmad Fauzi, M.Hum dalam sambutan pelepasan siswa/i.
Sebanyak 207 siswa/i mengikuti kedua program ini dan 11 pendamping. Berikut detail informasinya:
- 84 siswa/i dan 6 pendamping ke Yogyakarta. Selanjutnya, para siswa/i akan belajar keempat sekolah yang telah berpatner yaitu, a) SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, b) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan, c) Madrasah Muallimin Muhammadiyah, dan d) Madrasah Muallimat Muhammadiyah.
- 123 siswa/i dan 5 pendamping ke Pare - Kediri. Selanjutnya, para siswa/i akan belajar dengan lembaga yang telah berpatner yaitu Liberty Intensive English Course.
Para siswa/i akan belajar selama sepuluh hari dari tanggal 09 - 18 November 2019. Harapan kepada siswa/i yang mengikuti program ini agar menyerap ilmu sebanyak mungkin. Serta ketika kembali nanti, mentransferkan kepada teman-teman yang lain. Salam Sekolah Berkemajuan.






