Metro, Lampung - Jumat, 17/01/2020, pembelajaran di SMPMu Ahmad Dahlan Metro seperti biasa. Masuk pukul 06.50 Wib, dimulai dengan membaca al-Quran dan Tahfiz sampai pukul 08.00 Wib. Pada setiap kelasnya didampingi 2 orang guru Tahfiz dan 1 orang wali kelas. Para siswa/i diberikan buku kendali setor hafalan, yang mana ketika sudah setoran akan dicatat pada buku tersebut. Ustadz/ah pendamping Tahfiz sendiri juga dikoordinatori ustadz Hiban Najib Saputra, S.Pd., M.Pd., al-Hafiz yang mengontrol dan mengawasi berlangsungnya Tahfiz di sekolah dibawah tanggung jawab Waka al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Keseriusan, keuletan dan kreatifitas sangat dibutuhkan bagi ustadz/ah pendamping Tahfiz dalam keberlangsungan membaca al-Quran dan Tahfiz. Seperti di kelas VIII ar-Rasyid, yang didampingi ustadz Fajri dan ustadzah Heny, melakukan dua kegiatan yaitu Tahfiz dan sarapan pagi bersama pada hari Jumat yang lalu. Hari yang penuh kemuliaan dan istimewa untuk umat Islam. Seperti dikabarkan Abu Hurairah ra. “Barangsiapa yang mandi lalu berangkat Jumat, kemudian mendirikan shalat semampunya, selanjutnya diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat bersama imam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu hingga Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari lagi.” (HR. Muslim).
Kegiatan Tahfiz dan sarapan pagi dilaksanakan di luar ruang kelas, yaitu di atas konblok, di bawah pohon rindang dan diiringi dengan suara aliran air. Suasana yang nyaman ditambah dengan alunan QS. al-Kahfi (18): 1 - 10 secara bersama-sama, dibaca oleh siswi kelas VIII ar-Rasyid. Semoga siswa/i SMPMu Ahmad Dahlan menjadi generasi Qurani. Salam Sekolah Berkemajuan






