Acara diawali dengan penampilan pra-acara oleh siswa-siswi SMP MuAD yang menampilkan kreativitas dan semangat generasi muda. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PDM Kota Metro yang diwakili oleh Dr. Muhtar Hadi, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bulan Syawal harus menjadi momentum untuk melanjutkan dan meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadhan.

“Semangat Ramadhan jangan berhenti. Justru di bulan Syawal inilah kita diuji untuk menjaga konsistensi amal dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya.
Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mujiman. Ia menjelaskan bahwa secara makna, Syawal berarti “meningkat”, yang mengandung pesan agar umat Islam meningkatkan amal kebaikan pasca Ramadhan.

Dalam kajiannya, ia juga meluruskan mitos jahiliyah yang menganggap bulan Syawal sebagai waktu yang tidak baik untuk menikah. Menurutnya, Rasulullah ï·º telah mencontohkan dengan menikah di bulan Syawal sebagai bentuk pembongkaran tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Ini menjadi pelajaran bahwa Islam hadir untuk meluruskan keyakinan yang keliru, termasuk dalam hal tradisi yang tidak berdasar,” jelasnya.
Ustadz Mujiman menekankan pentingnya menjaga tiga amalan utama, yaitu mengikuti sunnah Rasulullah ï·º, berbakti kepada orang tua, dan berjuang di jalan Allah sesuai kemampuan. Selain itu, ia juga mengingatkan agar umat Islam menjauhi berbagai penyakit hati seperti kesombongan, hawa nafsu yang berlebihan, serta iri dan dengki.

Sebagai penutup, ia mengajak jamaah untuk menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar, menjaga amanah, bersikap ramah, serta istiqamah dalam beribadah.
Pengajian Syawal ini diharapkan mampu memperkuat komitmen warga Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas keimanan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Red. AM







